Skip to main content

Title

5 Tips Merintis Bisnis Ala Social Entrepreneurs

5-tips-merintis-bisnis-ala-social-entrepreneurs.png

Punya cita-cita membangun startup? Jangan cuma jadi sebatas impian aja, mulai sekarang kamu bisa cari ide kreatif bikin startup. Misalnya, startup dengan model bisnis social enterprise yang bisa memberi impact secara sosial untuk membantu orang lain. Kalau belum familiar dengan bisnis ini, hal yang perlu kamu lakukan adalah mencari insight sebanyak-banyaknya dari para social entrepreneur atau mungkin juga dari teman-teman dengan passion yang sama denganmu. Biar makin pede waktu ngobrol dengan mereka, kesegaran napas wajib dijaga. Salah satu caranya dengan berkumur menggunakan obat kumur gigi.

Di Indonesia makin banyak anak muda yang terjun ke dunia social entrepreneurship, contohnya ada Leaf Plus yang bergerak di bidang CSR dan lingkungan, GoJek dengan solusi transportasi alternatifnya, dan Batik Fractal yang bantu melestarikan batik lewat teknologi. Untuk menjadi social entrepreneur seperti mereka nggak cuma harus jago soal berbisnis, tapi juga harus peka dengan masalah yang ada di sekitar. Nah, buat kamu yang bingung gimana cara memulai bisnis ini, bisa baca tipsnya di bawah ini.

Brainstorming Ide

5-tips-merintis-bisnis-ala-social-entrepreneurs-1.jpg

Langkah pertama untuk merinstis bisnis ala social enterprise adalah mencari insight tentang masalah yang sering dihadapi orang-orang yang ada di sektarmu. Setelah itu, next step-nya mencari solusi untuk mengatasi masalah ini dengan cara brainstorming membuat inovasi produk atau jasa. As an entrepreneur, pastinya kita perlu make sure calon customer dan investor untuk percaya bahwa produk atau jasa yang ditawarkan bisa menjadi bagian dari solusi. Dengan begitu, mereka jadi tertarik untuk bergabung atau menjadi pelanggan yang loyal. Supaya lebih fokus untuk brainstorming, pastikan kesehatan gigi dan mulut selalu terjaga, ya. Soalnya, kalau tiba-tiba terasa sakit gigi, malah bisa bikin kita gampang bad mood dan membuat fokus jadi teralihkan.

Clarify Objectives

Pastikan lagi solusi yang sudah ditentukan itu apakah sudah menjawab challenge dari masalah sosial yang dihadapi, dan apakah ini sesuai dengan passion kamu. Jadi, kamu bisa bikin objective bisnis startup dengan lebih jelas.

Manage a Sustainable Business

Meski punya visi sosial membantu orang lain, tapi social enterprise juga harus mendapatkan profit supaya bisnisnya bisa sustainable dan bisa bantu lebih banyak orang lagi. Untuk itu, kamu perlu belajar cara mengelola finansial dan membuat business plan.

Kenali Target Market

Dengan menentukan target market dan mengenali karakternya, kita bisa tahu apa yang paling dibutuhkan customer. Pastikan kita bisa memberikan solusi buat mereka dan juga bisa memberi manfaat secara sosial. Ini bisa membuat mereka makin percaya dengan produk atau jasa hasil inovasi startup kamu.

Riset

5-tips-merintis-bisnis-ala-social-entrepreneurs-2.jpg

Merintis bisnis startup yang punya misi sosial memang nggak gampang. Tapi, kamu bisa melakukan riset supaya bisa survive di bisnis ini. Caranya, lebih sering mingle dengan mentor di bidang social entrepreneurship dan belajar langsung dari mereka. Biar makin pede untuk mingle dan ngobrol lebih akrab dengan para mentor, jangan lupa selalu menjaga kesegaran napas. Salah satunya dengan menggunakan obat kumur LISTERINE® Natural Green Tea. Kandungan 4 minyak esensial dan double flouride di dalam mouthwash yang terbuat dari ekstrak green tea ini, terbukti bisa melawan 99,9% kuman penyebab bau mulut dan juga mencegah gigi berlubang.

Nah, dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut, bisa bantu kamu supaya #SiapBanget buat belajar soal social entrepreneurship dan juga memperluas networking. That’s why kamu nggak boleh malas menggosok gigi dan berkumur pakai mouthwash dengan teratur.  

So, sudah siap membuat ide kreatif untuk membangun bisnis social enterprise dan memberikan dampak positif untuk orang lain? Menurut hasil survei di tahun 2016, orang yang berkumur dengan mouthwash LISTERINE® berani punya rencana untuk berhenti bekerja dan mendirikan organisasi sosial di Indonesia. Gimana dengan kamu?